Tag Archives: Generasi Emas 2045

Artefak dan Mitos yang Selalu Didengungkan?

Artefak dan Mitos yang Selalu Didengungkan?

Mainmain – Apakah kita adalah bagian dari rakyat yang tertindas? Kata tersebut menjadi kunci dan sering diperbincangkan atau didiskusikan oleh sekelompok-kelompok mahasiswa dalam lingkaran penuh makna. Baik di dalam lingkungan kampus maupun lingkaran warung kopi, dari dahulu sampai sekarang. Dengung suara yang tidak asing namun sakral di jalanan, yaitu “salam …

Read More »

Absurditas dan Kesiapan Kita

Absurditas dan Kesiapan Kita

Mainmain – “Keabsurdan adalah sisi imajinatif lain yang bisa jadi lahir dari persilangan dengan ketakutan.” Sungguh tak masuk akal sekali ceritanya, atau sungguh tak masuk akal sekali apa yang ia sampaikan. Ungkapan semacam ini, jamak saya temui dalam obrolan sehari-hari. Baik itu ketika berbincang santai, di beberapa forum diskusi, sampai …

Read More »

Agama Itu Seharusnya Penuh Cinta

Agama Itu Seharusnya Penuh Cinta

Kita semua adalah saudara dalam seiman. Kendatipun kita tak sesaudara dalam iman, kita bersaudara dalam kemanusiaan. Maqola indah, yang dituturkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib tadi, saya rasa pas untuk mengawali tulisan ini. Sebab, disadari atau tidak, kita kadang lupa bahwa ada yang luput dari penglihatan kita dalam melihat …

Read More »

Perpisahan, Kepulangan, dan Kenangan

Perpisahan, Kepulangan, dan Kenangan

Sebagai orang yang hidupnya sering pindah-pindah, perpisahan adalah hal yang biasa bagi saya. Baik itu perpisahan dengan keluarga yang benar-benar keluarga, keluarga yang bertemu di perantauan, teman-teman sebaya, dan tempat-tempat favorit atau bersejarah bagi saya. Dalam setiap perpisahan itu, air mata menjadi teman setia yang selalu menabahkan. Rindu yang terpendam …

Read More »

Merawat Ruang Imajiner

Merawat Ruang Imajiner

Mainmain – Menulis adalah proses mengeluarkan hasil bacaan. Sama halnya dengan membaca, menulis selalu memiliki kendala dan kejutan tersendiri di dalamnya. David Malouf pernah berkata, “musuh sejati dalam proses menulis adalah berbicara.” Sebenarnya, saya tidak terlalu sepakat dengan hal itu. Bagi saya, musuh abadi dalam menulis adalah ekspektasi dari penulis …

Read More »

Lebaran Haji, akankah Kita Kembali?

Penulis: Vander Setia Nugraha Besok lebaran haji, lebaran yang identik dengan kambing dan sapi. Tak ada renungan dan ingatan yang terhubung kepada janji. Senyum mengembang yang bersanding dengan lesung pipi, adalah bukti bahwa kita masih berusaha memberanikan diri. Satu hal yang seharusnya membuat kita tetap kuat sampai sekarang ini, tidak …

Read More »

Generasi Milenial

Penulis: Vander Setia Nugraha Malam minggu adalah waktu bagi jamaah remaja untuk melaksanakan ibadahnya. Ibadah malam minggu ini banyak jenisnya, ada ibadah ngopi, ibadah ngaji sampai ibadah menangis di kamar sendiri. Malam minggu kadang terasa lebih lama bagi saya, ketimbang malam-malam sebelumnya, dan sebenarnya ini tergantung dari status yang menikmati. …

Read More »

Romantisme dalam “Aku Ingin”

ROMANTISME DALAM AKU INGIN PENULIS : Zeyla_ze Aku Ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku Ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada 1989 Baru saja seseorang menerima puisi Aku Ingin dalam …

Read More »

Cowok Suka Masak Dipuji, Cewek Suka Masak Kok Disepelekan?

Cowok Suka Masak Dipuji, Cewek Suka Masak Kok Disepelekan?

Mainmain – Cowok Suka Masak Dipuji, Cewek Suka Masak Kok Disepelekan? | Memasak adalah aktivitas paling ramai di muka bumi, siapa pun berhak melakukannya. Tak peduli umur, profesi, ataupun hobinya. Sebaliknya, jika setiap orang berhak melakukan aktivitas yang satu ini, maka orang-orang juga berhak tak melakukannya, tak mengerti seluk-beluknya, bahkan …

Read More »

Daripada Haramkan Netflix, Mending Haramkan Saja Ujaran Kebencian

Penulis: Alvin Basari Kisah tentang petuah bijak MUI, kalau dikumpulkan, sudah bisa jadi satu buku utuh sendiri. Mengapa tidak, sebagai lembaga yang lahir 45 tahun yang lalu, pasti sudah banyak kisah yang terukir mengiringi perjalanannya. Di umurnya yang hampir kepala lima itu, MUI bisa saja disebut matang secara usia. Mapan …

Read More »