Tag Archives: Dandelion untuk Nala

Segenggam Mawar dan Puisi Lainnya

Setelah Apakah Barangkali, Menjadi padi adalah jalan terakhir bagi mereka Ia memasukkan tangannya ke dalam saku tua Api masih mengiang dalam rahim ibu Desis ular di atas kepalamu membuatku merasa takut merengkuhmu dari belakang Bulan Valentine, kau dan putri malu Aku mencintaimu tanpa ayat-ayat setan dan Tuhan Aku mencintaimu tanpa …

Read More »

Salah Arah dan Puisi Lainnya

Hitam dan Abu Kemarilah daraku, kau tahu caraku untuk membuat silsilah luka Melera segala peristiwa perihal kau dialam baka Pusaramu selalu saja menangis Menanti datangnya purnama sempurna Terpelanting jauh kata-kata dalam makna Menanggung jiwa-jiwa bertaji Kurasuki kata sebagai tandaku cinta padanya Menggeser awan dari kerumunan burung camar hilang ditelan Padang …

Read More »